saya kembali belajar hidup, ketika air itu tumpah disebelah kiri saya. membuat bulu kuduk saya merinding, dan ganjalan di hati berubah menjadi air yang juga tumpah dimata sampai ke pipi saya. blm sempat dia berjalan lagi hingga dagu, jari jari gemetar saya mengusapnya dengan helaan nafas dalam. dua kali saja, satu kali disebelah kanan, dan satu kali di sebelah kiri. lalu saya mencoba tersenyum kembali :)
ya, tersenyum adalah obat pertama yang bisa saya berikan kepada diri saya saat itu. menghindari pelukan, dan berusaha mengalihkan hati saya untuk berfikir menggunakan isi kepala saya.
i've ever heard about this :
"the good things when you always try to do your best effort in every chance that you have to achieve your goal, is you will never regret about the result"
dulu saya fikir, kata kata ini berarti ketika km sudah bekerja keras, maka km akan mendapatkan hasil yg memuaskan, dan sesuain dengan keinginanmu. selalu.
menurut akal fikir manusia sehat, dan secara logika.. kenapa tidak kita berharap hasil yg memuaskan ketika kita sudah bekerja keras untuk itu???
entah.
seakan mesin waktu. saya belajar di hampir 7 detik 1 botol berisi air itu tumpah di samping kiri saya. suara dan perasaan berbanding terbalik. saya mendengar suara air itu, namun tidak merasakannya. mesin waktu di otak saya seakan berputar ttg apa saja yang sudah saya lakukan, untuk membuat air itu tumpah pada diri saya. lagi lagi, entah.
sejenak saya diam, merasakan gejolak yang tidak menentu terjadi pada diri saya, entah apa yang sedang saya nikmati. harapan saya, ini hanyalah sebuah proses kedewasaan.
saya masih melihat diri saya seolah lari mengejar pintu besar yang terbuka. di setiap langkah saya lari menuju pintu itu, saya selalu menemukan banyak barang yang bisa saya bawa kesana. saya siapkan kunci berlapis emas, saya gunakan sepatu terbaik untuk lari, saya siapkan handuk untuk membasuh keringat, saya pakai kacamata terbaik untuk memperjelas penglihatan saya menuju pintu itu, saya belajar dari setiap orang yang saya temukan menuju pintu itu, saya cari jalan terbaik menuju pintu itu, saya lakukan semua yang saya bisa.
namun ketika saya tinggal melangkah 1 kali lagi tanpa harus lari, saya terdiam.
pintu itu seakan dibanting dari dalam, tepat di depan muka saya. dan ditutup.
memang, tidak ada yg percuma :)
kunci berlapis emas, bisa saya gunakan untuk membuka pintu yg lain, sepatu lari bisa juga saya gunakan untuk sekedar berjalan, handuk bukan saja untuk mengusap keringat, terkadang harus mengusap tangis. kacamata bisa juga saya gunakan hanya utuk bergaya, bukan lagi memperjelas penglihatan saya, dan setiap org yg saya temui masih bisa saya temui, walau pintu itu tertutup rapat.
ya ya ya.. semua bisa saya lakukan. terlebih naif denga diri saya sendiri, yang kecewa melihat sosok didepan kaca itu.
terkadang disaat seperti ini, disaat kalian sudah mempersiapkan banyak hal menuju apa yang kalian impikan, dan berakhir tidak sempurna saya merasa diri saya terbelah menjadi dua.
saya melihat diri saya disana, dan menyadari bahwa diri saya disini. beberapa langkah dibelakang.
itu mimpi teman, hanya mimpi. 1 bibir pernah berucap kepada saya, bahwa mimpi hanyaalah sebuah mimpi ketika km bangun dr tidurmu, membuka matamu, dan melihat realitamu.
apapun usahamu, hasilnya adalah yg km jalani saat ini.
saya meninggalkan hati dan mimpi saya disana.
hati dan mimpi yang saya rasakan dalam,
hati dan mimpi yang belum dijatuhkan air :')
Tidak ada komentar:
Posting Komentar