sebut saja namanya bella.
blakangan ini gw bertanya tanya apakah yang membuat seseorang bisa berkata
iya atau tidak,
benar atau salah,
positive atau negative,
mau atau tidak.. dan seterusnya.
menurut agama, itu mungkin takdir.. tp cobalah untuk bertanya kepada beberapa org disekitar kalian..
apa yg membuat mereka menyimpulkan.
sebagian akan menjawab karna pada dasarnya seorang manusia tau yg mana yang salah, dan benar. ya! gw setuju dengan itu, tp kenapa???
lewat perbincangan tadi malam, bella menyebutkan bahwa terkadang kita tidak sadar dengan kesalahan yang sering kita lakukan, karna kita sudah terbiasa dengan itu..
dan gw reflek bertanya, dari mana dia bisa menyimpulkan benar atau salah yang dilakukan?
sebelumnya gw menstate bahwa gw sudah mencoba merubah diri gw ke arah yg lebih baik, namun kl org lain tidak melihat, ya itu who knows.. gw tidak bisa memaksakan semua org melihat perubahan gw, atau gw juga ga tau gimana org bisa melihat, karna in the end, gw yang merasakan.
lalu bella berbalik tanya,
apakah km berubah memang ingin berubah? atau karena ingin membuat orang lain senang?
karna, kl km mau berubah, km harus tau alasan mengapa km ingin berubah?
menanggapi hal itu, gw berusaha menjawab dengan pendapat gw.
menurut gw pribadi, bukan berubah karna ingin membuat org lain satisfied in the end.. but most people change because the respond of people around them, based on what they do. belum tentu karena dia salah, tp bisa jadi karena penyampaiannya yg salah, keadaan yg tidak mendukung, mood atau kenyamanan yang mengganggu, dan banyak hal di belakangnya. and in my opinion, it's right to change your self to make people happy. for example, you want to make your parents happy, so what do you do? if your parents get mad of you because of something, it means that your parents is un happy with you, you will change your self to make you happy right?
dan terkadang alasan mengapa kita berubah, memang karena respon tidak baik dari sekeliling kita, itu biasa di sebut dengan etika yang sudah ada.. secara tidak langsung dan tidak sadar memberitahu bahwa ini itu dan seterusnya tidak benar untuk di lakukan. pernah denger ga statement yg menjelaskan bahwa seseorang terbentuk karena lingkungan? itu yg gw maksud. karena lingkungan akan selalu berputar untuk membentuk pribadi lo. bukan berubah hanya karena mau membuat org lain senang, dan menjadi fake dengan perubahan itu.
atau mungkin itu pendapat gw yang salah.. gw juga blm faham.
perbincangan itu berlanjut hingga akhirnya bella menstate bahwa lo berubah karena sesuatu yang lo inginkan, dan itu membuat lo menjadi kelihatan tidak tulus menjalankannya. kepercayaan tidak di buat 1 atau 2 hari, tapi itu akan terlihat dengan sendirinya.
sebagai manusia yang tentunya tidak sempurna, gw merasakan hal ini begitu sontak masuk ke pikiran gw, seakan akan ada yang ingin bergejolak. tapi gw kembali mencoba menjawab ini dengan pendapat gw.
ketika gw ada di satu tempat, maka gw akan menstate apa yang ingin gw capai di tempat itu. gw akan menstate berulang ulang pada diri gw sendiri, untuk sadar akan hal itu, begitu juga dengan tindakan gw. gw akan tau apa yang harus gw lakukan untuk mencapai itu. tidak ada maksud tidak tulus,
namun gw mempersiapkan hal terbaik yg gw bisa untuk memenuhi pencapaian gw. terkadang selalu ada alaasan di balik apa yg ingin gw cita citakan di tempat itu, either hanya karna gw mau, atau terkadang gw tau pencapaian itu akan berguna buat gw kedepannya, dan gw harus mempersiapkannya dengan baik, setidaknya gw ada disitu untuk membuat sesuatu, bukan hanya bisa meneruskan dan tidak berbekas.
contoh : untuk menjadi dokter, kalian harus sekolah dr tk, sd, smp dengan nilai eksak yang bagus,yg menunjukkan bahwa kalian pantas jadi dokter. kalian biasanya sudah mulai belajar menghafal, tidak takut darah, atau berusaha menjadi dokter kecil di masa sd kalian. ketiak kalian sma, kalian tau bahwa untuk menjadi dokter, kalian harus masuk di bangku ilmu pengetahuan alam, karena tidak ada anak ips yg bisa menjadi dokter, atau mungkin sangat kecil kemungkinan itu. lalu, kalian akan berusaha belajar mati matian di ipa, untuk mendapatkan perguruan tinggi fakultas kedokteran. bahkan mungkin kalian tau resiko apa yg akan kalian tempuh ketika kalian ada di perguruan tinggi negri atau swasta untuk merampungkan studi kedokteran kalian. gw rasa orang tua kalian yg sudah tau keinginan kalian dr kecilpun akan berusaha mempersiapkan keuangan yang tidak sedikit untuk ini, mungkin mereka sudah menabung dari kalian kecil, mungkin juga sudah mempersiapkan investasi. tidak sampai disitu, ketika kalian masuk perguruan tinggi fakultas kedokteran, kalian masih harus belajar banyak hal, dan tidak boleh menyerah untuk hal itu. terus berlanjut hingga kalian lulus dan mencari pekerjaan, atau mungkin ketika kalian harus memiliki pesaing.
ada yang salah dengan itu??
menurut gw tidak, contoh anak yg gw ambil ini memang akan persistant dengan apa yang ingin dia capai, gw yakin dia akan melakukan banyak cara untuk mencapai ini.
kl dibilang tidak tulus, menurut gw tidak juga. karena sesungguhnya dalam hati dia tidak akan berfikir kl org lain merasa tidak dia tulus. apa yang dia kerjakan memang sudah dia rencanakan untuk masa depan yang dia impikan.
adakah yang salah dengan perubahan di dalam diri lo karena sesuatu yg lo inginkan untuk sebuah pencapaian?
mungkin 1 hal yg bisa gw pelajari.
tidak apa apa ini terjadi kepada siapapun, begitupun kepada diri gw sendiri.
tapi, ini tidak bisa dilakukan begitu ekstrim, karena ternyata tidak semua org melihat dengan cara pandang yang sama untuk ini. dan mungkin ini tidak akan menjadi terlalu dipermasalahkan ketika kalian hanya ada di lingkungan sosial, lain halnya dengan di sebuah tempat yang memiliki jabatan atau kedudukan tertentu. orang lain akan melihat kalian terlalu ingin mendapatkannya.
tapi disisi lain, gw pribadi masih berpendapat bahwa bisa jadi org tertentu menginginkan atau mencita citakan sesuatu karena dia sudah berfikir panjang untuk apa yang akan dia lakukan disana.
sama sekali tidak ada maksud tidak tulus, melainkan ingin yang terbaik untuk apa yang dia cita citakan. ketika dia sudah ada pada posisi tersebut, sudah bukan bagian dari dirinya untuk berfikir apa yg harus dia lakukan, karena semestinya dia sudah tau.
1 contoh lagi, mengapa anak tadi ingin menjadi dokter?
mungkin, karena dokter terlihat anggung, santun. pintar, ramah, membantu orang lain, baik, mungkin jg bs menjanjikan uang yg banyak, membahagiakan org tua karena sampai saat ini profesi itu tetap diagungkan.
dan ketika dia sudah menjadi dokter yg mapan, apakah dia butuh lg berfikir tentang apa yg harus dia lakukan di kursi dan meja dokter? menurut gw tidak, dia pasti sudah tau. dia akan menjalankannya, sambil menikmati hasil mengapa dia ingin menjadi dokter..
lalu apa yg di permasalahkan dengan usaha dia? :)
*you know people are all different. they think, they talk, they thought.
perbincangan itu cukup sulit membatin di diri gw sendiri, sambil gw terus menjawab yg gw bisa :)
mungkin juga itu jawaban yg salah dari gw. but ya, it's people.. it's life.
bella melanjutkan perbincangannya dengan terus memberikan masukan yang baik.
sampai akhirnya dia berbicara tentang orang yang berambisi, dan ambisius.
pada dasarnya dia bilang org yang berambisi itu bagus, banyak org yg akan mendukung. namun terlalu ambisius akan membuat diri sendiri mati. dia bilang yg membedakan adalah orang ambisius akan melakukan berbagai cara, termasuk menjatuhkan lawannya dan menarik perhatian org lain untuk menjadikan dia pusat perhatian. sedangkan orang yg berambisi dengan mimpinya, akan tetap tenang memperkaya dirinya dengan ilmu dan tidak terlalu memusingkan org lain. dia akan biarkan org lain menilai.
berambisikah saya? atau ambisiuskah saya?
banyak yang perlu dipelajari di dunia ini teman :) terimakasih bella.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar