Senin, 13 Februari 2012

your not FAILED

saya teringat akan sesosok kaka kelas saya sewaktu saya duduk di bangku SMA. namanya mita. ya, mita wahyunita. sejak awal saya duduk di bangku kelas 1, dia kaka kelas 1 tahun diatas saya, kelas 2 IPA.
saya tertarik mengenalnya semenjak saya mengikuti LDKS di SMA saya waktu itu. Latihan Dasar Kepemimpinan, salah 1 syarat untuk menjadi anggota osis. Entah kenapa dia menarik perhatian saya ketika bicara didepan. terlihat sangat berisi ketika dia berbicara.
LDKS dan seluruh rangkaian acaranya selesai. di gedung hijau bertingkat 3 itu, saya tetap sering melihat dia, wara wiri dari pagi sampai sore. saya faham bahwa dia anak yg aktif.
hari terakhir masa orientasi siswa, dia ada di 2 penampilan ekstrakurikuler. modern dance, dan paskibra.
terbayang sosoknya?? tidak penting :)
tidak penting kenal atau tidak, tidak penting seperti apa sosoknya. mari lanjutkan cerita, dan pelajarannya.

tibalah saatnya pemilihan ketua osis. saya hanya membatin, bahwa ka mita pasti akan maju menjadi salah satu kandidatnya. dan benar saja.. dia ada di antara 4 kandidat lainnya.

waktu itu hari senin siang, sekitar pukul 12 lebih, setelah bel istirahat pertama dibunyikan. sudah menjadi salah satu tradisi di SMA ini, untuk orasi ketua osis di lapangan sekolah, dan semua boleh bertanya, setelah itu pemilihan dilakukan dengan voting.

ka mita, ya sosok itu. berdiri tegap didepan, menyampaikan visi misi dan orasinya. dia sangat bisa membuat seluruh penonton yang adalah siswa SMA saya terdiam, hanya dengan ucapan ucapannya.
wanita itu. terlihat ambisius, keras, siap, dan yakin benar dengana apa yang diucapkannya. menghipnotis kami yang menjadi penonton ketika itu.
dan saya, semakin tertarik dengan sosok wanita berisi ini.. dia beda, beda dgn yg lain didepan sana.

orasi selesai, hampir seantero sekolah membicarakan calon kandidat ketua osis ini. dan ka mita?
tetap elegan dalam diamnya, seakan sudah tau apa yg akan terjadi.
sampai suatu ketika, saya mendengar sedikit selentingan omongan ka mita..

"kalo gw ga jadi ketua osis, gw ga akan mau jadi bawahan syapapun"

arogan? egois? keras kepala? tidak mau diatur? ya! itu juga persepsi saya ketika mendengar kata kata itu terucap dari mulutnya.
persepsi negatifpun mulai bermunculan. 
namun tidak ada yg bisa memungkiri, ketika waktu sudah menjawab dengan sebuah kenyataan.
ka mita menjadi ketua osis sman 85 waktu itu.

diawal kepemimpinannya, dia membuat struktur organisasi yg tepat diberikan kepada setiap orangnya. menurut saya, tidak ada yg meleset sedikitpun. semua terencana dengan baik, sesuai yang dia inginkan. dan 1 thn berjalan, sama sekali tidak ada cacatnya. bahkan guru guru dan kepala sekolah di buat mengganggukkan kepala oleh acara apapun yg osis selenggarakan waktu itu.
saya, sebagai salah satu anggota yang ada di bawah kepemimpinannya merasa cukup kagum.

berjalannya kepemimpinan ka mita, tidak meretseleting mulut teman teman yang selalu membicarakan kejelekkannya atau mungkin mencari cari kejelekannya. ka mita tau, tp dia lbh tau dengan apa yang sedang dia kerjakan. tidak pernah saya dengar dia memperdulikan berlebihan orang orang sekitarnya yg berkata negatif. dia tetap berjalan dengan apa yang dia rencanakan. mulus. sangat mulus, sesuai kemauannya.
bahkan suatu ketika di meeting besar untuk acara pentas seni, dia mengambil sebuah keputusan yang tidak kami sukai, namun dengan alasan yang kuat, kami tetap menjalankan perintahnya.
entah apa yg dia miliki dalam dirinya, sejak dia SMA. dan bagian itu yg saya kagumi.

itu semua terjadi ketika saya menduduki bangku SMA kelas1, dan dia kelas 2.
sekarang?
saya sudah menjadi mahasiswi FH UNDIP, diapun salah satu mahasiswi teknik di UGM.

blakangan saya membahas lagi cerita lama osis SMA kita, dan saya baru faham.
memang, ka mita ini sangat keras kepala terhadap apa yang dia inginkan. namun ternyata, dia sudah merencanakan 1 thn kedepan menjadi ketua osis, di 1 tahun sebelumnya. dia diam mendengar omongan negatif karna dia famah apa yang akan di kerjakannya, dan dia yakin bisa bertanggung jawab atas itu. terucap kata dia tidak ingin menjadi bawahan siapapun bukan karena dia tidak mau diatur, tapi dia yakin benar bahwa hanya dia yg bisa melakukan apa yg seharusnya dilakukan, dan yg terbaik untuk saat itu. dan terkadang menjadi beda dari orang lain dan mengajukan diri dengan modal yg mantap menjadi sesuatu yg sangat tidak apa apa. dia bersikap cukup tegas dengan apa yg dia pilih, hasilnya? bisa diduga. jauh dari cacat. dia berusaha semaksimal mungkin untuk apa yg dia akan capai. sekali lagi, dia yakin.
entah apa jadinya ketika saat itu bukan dia yg terpilih, mungkin semua akan berjalan berualang seperti yg sudah sudah, tidak ada perbaikan dan pembaharuan. dan ka mita? mungkin hanya akan tertawa dipojok melihat keadaan ini, keadaan terburuk yang sudah dia prediksi sebelumnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar