Minggu, 06 Mei 2012

berteman dengan ke gagalan

"why me?"
"kenapa saya?"

adalah pertanyaan yang menghantui saya beberapa hari ini.
termenung diruangan yang sesungguhnya lengkap dengan beberapa fasilitas yang bisa saya pakai. namun saya hanya memilih untuk duduk di atas kasur saya. selimut nyaman menutupi bagian kaki saya, tangan kiri menggenggam remote tv, sambil terus mencari acara yang menarik. ya, walau fikiran saya tidak sedetikpun fokus kepada layar hitam besar itu.

"mengapa saya?" "mengapa saya yang harus merasakan kegagalan?"

sampai saat saya menulis ini, saya blm menjadi orang yang bisa survive begitu cepat dari kegagalan. saya juga bukan motivator handal terhadap diri saya sendiri, yang langsung bisa mengiyakan kegagalan.
namun beberapa hari termenung di ruangan ini tanpa melakukan suatu hal yang penting membuat saya berfikir banyak.

"mengapa saya harus merasakan kegagalan?" berputar menjadi
"mengapa tidak saya merasakan kegagalan?"

terkadang manusia lupa bersyukur, ya. sayapun begitu. terkadang menyalahkan allah atas segala yang terjadi. berekspektasi terlalu tinggi untuk mendapatkan sesuatu. kasarnya...
"siapa km??? bisa seenaknya mengharuskan tuhan menjawab doamu dengan sempurna seenak hatimu??"
begitulah kira kira fikiran saya berbalik.

lamanya saya termenung di ruangan ini membuat fikiran saya mengawang kembali, mengingat ingat apa yang sudah saya dapatkan.. sambil terus di pagari dengan pertanyaan
"mengapa tidak saya yang merasakan kegagalan?"
alhamdulillah, 80% yang saya inginkan selama ini bisa saya dapatkan.
walaupun harus mengalami meninggalnya seorang ibu di saat umur saya 12 thn,
alhamdulillah ayah dan kaka saya bisa survive hingga sekarang.
saya punya ayah yang alhamdulillah masih bisa memenuhi kebutuhan saya, yang baik, yang mengajarkan agama, penyayang, dan demokratis.
saya punya kaka yang peduli terhadap saya, cukup membanggakan untuk saya berstatus sebagai adiknya.
saya punya keponakan yang sangat lucu dan menghibur.
saya memiliki keluarga yang alhamdulillah berkecukupan.

saya punya teman yang selalu bersedia menemani.
tidak buruk prestasi saya,
walaupun hanya dua tahun, saya pernah merasakan bersekolah di negri paman sam sewaktu SD.
saya mengenyam pendidikan hingga mahasiswi. alhamdulillah diberikan okecerdasan.
sewaktu kecil, saya suka menirukan menaiki tangga rumah saya saat melihat upacara 17 agustus.
alhamdulillah tuhan mengabulkan doa anak kecil yang suka menirukan gaya PASKIBRAKA, dan menjadikannya PASKIBRAKA. walau tidak sampai tingkat nasional di angkatan saya, saya bertemu banyak orang hebat. saya bukan anak SMA nakal yang menyusahkan orang tua,
alhamdulillah saya bisa membuat keluarga saya tersenyum saat itu.
melihat tarikan bibir dari ayah saya adalah kepuasan tersendiri.
lulus SMA, anak kecil yang semasa SMP suka mengumpulkan undangan pernikahan org lain dengan gelar S.H. di belakangnya kembali di berikan restu oleh allah untuk menduduki bangku kuliah fakultas hukum.
dan saya yang mengimpikan kuliah di universitas negri, punya kamar kos kosan, di luar jakarta kembali di beri nikmat allah untuk merasakan apa yang saya idam idamkan.
tidak juga sampai disitu,
duduk di kursi hakim ketua dan membawa pulang piala
tergabung dalam organisasi international
mengirimkan orang ke luar negri
IPK yang stabil
mengudara dengan suara saya sendiri di sebuah radio
mewakili jawa tengah untuk beberapa training menpora
menginjakan kaki di negri sakura
dan masih banyak hal lainnya. yang ternyata lupa saya syukuri :)

pernah saya berfikir bahwa terkadang mimpi yang kita impikan itu telah terwujud.. namun karena sifat manusia yang tidak pernah puas, kita selalu mengukir mimpi mimpi yang lain tanpa mensyukuri yang tuhan berikan. hingga akhirnya tidak terwujud, dan seakan kita marah terhadap tuhan.

ya, mengapa tidak.. mengapa tidak saya merasakan kegagalan kali ini? :)
karna saya percaya tuhan telah menyiapkan hal lain untuk saya raih.
mengapa tidak berteman dengan kegagalan??? untuk kembali melihat kebelakang, dan berlari kedepan :))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar